WISATA BAHARI LAMONGAN, LIBURAN KE WBL


Foto-foto lainnya di facebook

GEBYAR BOJONEGORO EXPO '09



Kali ini GBE’09 akan diselenggarakan lebih cepat yaitu mulai tanggal 17 Juli 2009 - 02 Agustus 2009 di alun-alun kota Bojonegoro. Yang tahun sebelumnya diselenggarakan bulan Oktober 2008.

Untuk apa saja yang ada di GBE’09, cermati foto baliho diatas.



Tapi sebelum menyaksikan GBE’09, simak dulu keadaan alun-alun kota Bojonegoro pada malam hari sebelum digunakan GBE nanti.


BOJONGORO EXPO ’09 TELAH USAI, APA YANG KITA DAPATKAN ? BERBURU BARANG MURAH ?

TIPS MEMBELI BARANG MURAH

Dengan adanya GBE’09 saya manfaatkan untuk mencari perbandingan harga sepeda motor Honda BeAT. Karena saya sudah berjanji dengan anakku, kalau sudah kelas 2 SMA akan saya belikan sepeda motor. Makanya even GBE saya tunggu-tunggu.

Sehari sebelum GBE’9 saya sudah datang ke dealer sepeda motor “A” untuk menanyakan harga Honda BeAT. Harga di brosurnya Rp 12.566.000,00 dan dikasih harga pas menjadi Rp 12.400.000,00 + Rp 42.000,00 (untuk plat nomor + langganan parkir). Kemudian di GBE’09 pada dealer yang sama dan gabungan beberapa dealer saya dikasih harga pas Rp 12.300,000,00 + Rp 42.000,00

Bagaimana cara untuk mendapatkan harga yang lebih murah lagi ?

Saya datang di dealer “B” diluar GBE’09 dan bilang kalau dikasih harga Rp 12.300,000,00 + Rp 42.000,00 Kalau boleh dibawah harga tersebut saya beli disini, kataku. Akhirnya saya mendapat Honda BeAT dari dealer “B” dengan harga 12.250.000,00 tanpa biaya tambahan.

Ya meskipun cuma selisih Rp 92.000,00 tapi ini adalah kepuasan tersendiri. Mungkin saya yang mendapatkan harga termurah saat itu.

Yang lucu ternyata salesnya ditagih kasir sebesar Rp 50.000,00 karena menjual ke saya Rp 2.250,000,00 yang seharusnya Rp 12.300.000,00

Kenapa dia nombok ? Karena dalam satu bulan sales tersebut harus menjual minimal empat sepeda motor. Dan pada tanggal 21 Juli 2009 baru menjual dua, makanya dia berani rugi. Kasihannn dalam hatiku. Tapi kalau nggak gini tidak ada cerita. Itulah liku-liku bekerja yang dikejar target.



ALU-ALUN BOJONEGORO



MALAM AHAD, MAKAN LONTONG CECEK (KULIT SAPI) DI ALUN-ALUN BOJONEGORO

Alun-alun Bojonegoro tiap malam ahad ramai sekali dikunjungi masyarakat yang ingin rekreasi dan belanja ringan. Ini terjadi sejak dua tahun terakhir. Yang sebelumnya sangat sepi sekali dan hanya dimanfaatkan oleh anak-anak untuk main sepak bola malam hari.

Dan akhir-akhir ini tambah banyak pedagang kali lima (PKL) yang menjajakan dagangannya di alun-alun Bojonegoro. Mulai dari arena mainan anak-anak, baju, sandal yang lucu-lucu, aksesoris remaja, dolanan, persewaan kuda, dan masih banyak lagi.

Kalau yang mau sekedar ini perut dan menggoyang lidah biar tidak nganggur, tersedia juga di alun-alun wisata kuliner (istilah kerennya). Mulai dari sate ayam gendong, bakso, mie ayam, kacang godog, krai godog (BENDOYO).

Tak ketinggalan LONTONG CECEK (bahan kulit sapi ) “makanan khas Bojonegoro”. Ini saya sebut makanan khas Bojonegoro, karena di sekitar jalan-jalan kota Bojonegoro banyak yang menjajakan LONTONG CECEK. Yang pedagangnya kebanyakkan dari kampung seberang Bengawan Solo, Trucuk dan sekitarnya.

Semoga LONTONG CECEK dipopulerkan dan dipromosikan oleh Bupati Bojonegoro sebagai “Makanan khas Bojonegoro”. Tentunya jangan lupa disuntik modal, karena rata-rata pedagang LONTONG CEKCEK menjajakan dagangannya dengan digendong (membawa rinjing dan tampah). Tak gendong kemana-mana…………………………………

Sebab kalau kami silaturrahim keluar kota kadang ditanya : Apa makanan khas Bojonegoro ? Saya bingung, tidak bisa menjawab. Mau saya jawab ledre rasanya kurang pas, karena ledre sudah terlanjur terkenal di luar kota kalau berasal dari Cepu Jawa Tengah. Saya mendapat pertanyaan ini terakhir tanggal 21/06/09 di Sidoarjo.

LOTONG CECEK

Setelah shalat magrib di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, kali ini saya dan keluarga juga mengisi perut dengan LONTONG CECEK di alun-alun, malam Ahad 27/06/09. Sebab ini makanan yang sangat menggoda dan ngangeni. Apalagi kalau sudah tau sunduk cecek diatas kompor yang keluar asap dan bau khasnya. Sedaaap...... Perut terasa langsung lapar. Enak sekali makan lontong cecek di alam terbuka sambil melihat pengunjung yang lalu lalang, membuat pikiran menjadi fresh segaaaaarrrrr.

Tapi kalau beli lontong cecek dipinggir jalan atau alun-alun minta piringnya dilapisi daun pisang atau minta pincuk daun pisang. Tujuannya apa ? Ya karena penjual lontong cecek cuma membawa air satu ember kecil, untuk mencuci piring semalam. Sehingga warna air cucian sampai berubah agak putih susu. Bisa bayangkan sendiri. Tapi kalau pakai daun aman kok, dan sendoknya sedikit dibilas dengan air minum. Beres kan ? Foto lainnya di facebook.