ULANG TAHUN PLN 2010, LISTRIK PRABAYAR PLN BOJONEGORO


Sebenarnya saya sudah lama ingin mengganti system pembayaran listrik PLN dari pascbayar menjadi listrik prabayar.

Tapi mungkin sudah rejeki, ada tetangga (yang dimintai tolong pak Rudy, pegawai PLN Bojonegoro) yang menawari kami untuk pindah listrik prabayar. Program promosi ini dalam rangka menyambut Ulang Tahun PLN 2010. Terima kasih PLN Bojonegoro, SELAMAT ULANG TAHUN 2010.

BIAYA MENGGANTI LISTRIK PASCA BAYAR MENJADI LISTRIK PRAYAR.

Administrasi Rp 5.500

Tagihan susulan Rp 49.500 (sesuai pemakaian sampai dengan waktu pemasangan)

Token (pulsa) Rp 20.000

Total biaya Rp 75.000 (tapi secara hitungan ini gratis, cuma membayar biaya administrasi Rp 5.500 dan selebihnya adalah biaya listrik yang telah dan akan dinikmati).

HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI

“Dengan Listrik Prabayar, mari kita Hemat Energi. Selamatkan Bumi!” Demikian yang tertulis pada brosur.

Berarti dengan listri prabayar kita sudah ikut andil dalam penyelamatan bumi. Senang kalau kita bisa melakukan itu (mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, menanam pohon dan lain-lain seperti tulisanku di blog dibawah ini).

earth-hour-1
earth-hour-2
menanam pohon

KPPN BALIKPAPAN, TOLITOLI, KANWIL DJPBN PROV. SULAWESI TENGAH, JAWA TIMUR

YANG PERGI :

Kembali terjadi mutasi di KPPN Bojonegoro untuk yang kesekian kali. Tapi mutasi disini tidak seheboh mutasi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda).

Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi (Herling Tafsir) sebagai Kepala Seksi Bimbingan Teknis dan Penyuluhan Sistem Akuntansi Pemerintahan Bidang Akuntansi dan Pelaporan Kanwil DJPBN Provinsi Sulawesi Tengah. Kepala Seksi Bank/Giro Pos (Amran Razak) sebagai Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Balikpapan. Kepala Seksi Pencairan Dana (Sri Isroetiningsih) sebagai Kepala Seksi Pembinaan Perbendaharaan IIC Bidang Pembinaan Perbendaharaan II Kanwil DJPBN Provinsi Jawa Timur. Sukirno promosi sebagai Kepala Seksi Bank/Giro Pos pada KPPN Tolitoli.

LOMBA PIDATO

Acara perpisahan dilaksanakan hari Jum’at tanggal 22 Oktober 2010 sekitar pukul 09.30 wib di aula KPPN Bojonegoro.

Sudah tradisi bila ada yang mutasi pasti ada acara pesan dan kesan dari yang di mutasi dan dari wakil teman seksi yang ditinggalkan. Sehingga dari empat yang dimutasi menjadi delapan orang yang naik podium memberikan sambutan. Seperti acara lomba pidato waktu sekolah.

Dan gaya sambutan (wakil-wakil seksi) berbeda-beda mulai dari yang serius dan menyanjung (gaya orde baru), ada yang sambil nyanyi dan ada yang kocak dalam memberikan kesan dan pesannya. Yaitu Sri Harsono sebagai wakil Seksi Bank/Pos, dalam memberikan kesan dan pesan sangat kocak tanpa konsep. Sehingga membuat suasana sangat hidup dan membuat aula bergetar, semua senang dan tertawa lepas. Jadi kali ini pemenangnya adalah Sri Harsono dari Seksi Bank/Giro Pos.

YANG DATANG :

KPPN LIWA, PAMEKASAN, PATI, KANWIL DJPBN PROV. JAWA TENGAH

Acara perkenalan para Kepala Seksi yang baru dilaksanakan mendadak tidak seperti biasanya, yang dimulai sekitar pukul 17.00 wib sampai dengan pukul 17.30 wib.

Meriah juga meskipun mendadak dan tanpa snack, karena ada Kepala Seksi baru yang juga kocak dalam perkenalannya (Kasi Bank/Giro Pos, Hermawan) yang sebelumnya sebagai Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Pati.

Kasubbag Umum (Purwanto Handayani) dari KPPN Liwa, Kasi Pencairan Dana (Rusmarini) dari KPPN Pamekasan, Kasi Verifikasi dan Akuntansi (Supriyati) dari Kanwil DJPBN Provinsi Jawa Tengah.

Foto-foto lainnya di facebook

JAMAAH CALON HAJI KAB BOJONEGORO 26 OKTOBER 2010

Kota Bojonegoro ramai kalau ada pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH), seperti sekarang ini (26-10-2010). Upacara dimulai pukul 08.00 wib dan diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Bojoengoro ke Surabaya pada pukul 09.00 wib dengan menggunakan 17 bus. Sedangkan jumlah JCH Kab. Bojoengoro tahun 2010 adalah sekitar 740 jamaah yang berangkat pada kloter 43.

Kali ini pengaturan masuknya JCH ke pendopo diatur oleh polisi dan polwan yang sebagian tidak memakai baju seragam dinas, biar lebih bersahabat (mungkin). Juga untuk menghalau pengantar agar tidak berjubel di pintu masuk pendopo, sehingga tidak mengganggu JCH yang akan masuk. Seharusnya di pintu pendopo dipasang dua pembatas tali sampai pagar alun-alun, jadi tidak usah repot-repot menghalau pengantar berkali-kali (sampai ngentekno lambe).

Foto-foto lainnya di facebook

SITUASI KOTA BOJONEGORO

Pagi ini mulai 05.30 wib sekitar alun-alun Bojonegoro ramai dikunjungi ribuan pengantar JCH, yang datang dengan menggunakan bermacam-macam sarana angkutan mulai dari kendaraan pribadi sampai kendaraan pengangkut beras digunakan mengangkut manusia.

Ya harap maklum, karena mereka dengan semangat ingin mengantarkan keluarga ataupun tentangga. Kadang ada juga yang bermaksud supaya di tahun-tahun berikutnya (ketularan, bahasa jawa) bisa pergi haji. Ini wujud dari salah satu usaha mereka. (Amin-main ya Robbal alamin) Meskipun jarak rumah sampai pendopo Pemkab Bojonegoro sekitar 70 km dari kediaman mereka.

Tidak ketinggalan juga para pedangan asongan juga berjubel di sekitar alun-alun untuk mengais rejeki di musim haji ini. Mulai dari penjual makanan, mainan anak-anak, burung yang diberi warna-warni, alat-alat rumah tangga, pokoknya segala kebutuhan ada disitu.

Juga tidak ketinggalan penjual “Pengaman Kompor Gas LPG” yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenalkan dan menawarkan produknya. Memang sekarang lagi marak pemberitaan tentang kecelakaan dalam penggunaan kompor LPG. Peluang bisnis tentunya.

Penjual minuman botol juga tidak ketinggalan dengan memaksa anak-anak supaya membeli, meskipun yang ditawari sudah geleng-geleng kepala. Itulah salah satu teknik menjual, “memaksa”.

Inilah sedikit gambaran situasi Kota Bojonegoro di musim haji, yang mungkin tidak ter”ekspose”. Sesuai mottoku : “Meng-ekspose yang tidak ter-eksose”.