Showing posts with label aloon-aloon. Show all posts
Showing posts with label aloon-aloon. Show all posts

TEATER SMAN 1 BOJONEGORO

Wajah dicoret-coret dengan pewarna seperti tentara yang mau berangkat perang, laki-laki dan perempuan didandani sama. Mereka berangkat dari sekolahan berjalan kaki melewati masjid terus masuk aloon-aloon.
Mereka hilir mudik di sekitar aloon-aloon kota Bojonegoro sibuk mencari mangsa. Sesekali intrukturnya keliling mengawasi peserta dan meminta agar para peserta untuk tidak bergerombol dengan teman-temannya.
Itulah pemandangan tanggal 12-10-2008 di aloon-aloon bersamaan pengundian Bojongoro Cycling Tour 2008 yang digunakan teater SMAN 1 Bojonegoro mencari mangsa untuk dijadikan obyek latihan wawancara.

PASAR MURAH BOJONEGORO

Dalam rangka menyambut Idul Fitri 1429 H Pemerintah Daerah Bojonegoro mengadakan Pasar Murah di dalam aloon-aloon barat kota Bojonegoro. Beraneka ragam yang di perdagangkan dalam stan pasar murah tersebut. Mulai dari pakaian untuk lebaran (didominasi pakaian muslim), kue-kue kering untuk lebaran, mainan anak-anak, dan lain-lain. Tak ketinggalan pula stan penjual bunga hias yang menempati separo dari pasar murah. Jadi yang ingin mempercantik ruangan untuk menyambut tamu lebaran tinggal beli saja, tak perlu repot-repot merawat bertahun-tahun. Juga yang ingin membeli buku-buku Islam datang saja ke pasar murah dengan diskon 20%. Pasar murah ini diresmikan pembukaannya oleh Bupati Bojonegoro tanggal 23 September 2008 dan berakhir tanggal 25 September 2008.

HEMAT BICARA DAN HEMAT PENGELUARAN DI BULAN RAMADHAN


Jalan KH. Hasyim As’ari Bojonegoro (depan masjid jami’ Darussalam) tiap sore penuh sesak sejak awal bulan Ramadhan. Karena dipenuhi pedagang kaki lima (pkl) dan para pembeli yang akan penyiapkan buka puasa. Dan ini sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu setiap bulan Ramadhan. Dulu sebelum ada yang punya ide jualan disini sekira depan masjid / barat aloon-aloon kota Bojonegoro sangat sepi sekali tapi sekarang tiap bulan ramadhan menjadi pasar sore dadakan.
Dihitung kasar sepanjang depan masjid kira-kira lebih enam puluh pkl, untuk pada hari biasa kira-kira dua puluh lima pkl. Dan ini sangat membatu ibu-ibu yang tidak sempat memasak atau lagi malas memasak atau melengkapi masakan yang sudah ada dirumah.
Bermacam-macam yang dijajakan, saya mulai dari minuman : es cau, es cincau (dari Bandung), es kopyor, es dawet, es teller, es blewah, es degan (kelapan muda), es jus aneka buah, termasuk juga kolak yang isinya bermacam-macam. Makanan, umumnya hanya beli sayurnya saja : sayur menir bayam, sayur asam, sayur lodeh, rawon, gule, sop, asem-asem, cecek (kulit sapi), kikil (kaki sapi/kambing), urap-urapan, bothok tempe, bothok lele/rengkik, pecel, mie ayam dan masih banyak lagi. Jajanan yang banyak adalah gorengan : pisang molen, martabak, terang bulan, pokis, onde-onde, pisang goreng, limpang-limpung (ketela goreng), tempe goreng, ote-ote, dan sejenisnya. Tak lupa juga ada mainan anak-anak juga ikut dijajakan : becak goyang/odong-odong, jip listrik, mancing ikan-ikanan, sepur mini, dan lain-lain. Maaf semuanya sengaja saya sebut satu-satu, biar lebih enak membayangkannya, khan bulan puasa biasanya yang seru cerita makanan.

Memang dengan adanya pkl dadakan ini kita semua dimanjakan dengan berbagai sajian yang sangat menggoda. Apalagi ini kita puasa, salah satunya menahan lapar, rasanya semua jenis masakan yang dijajakan sepertinya mau kita beli semua. Tapi kita harus ingat dengan tujuan puasa itu sendiri, tiba saat berbuka bukan untuk balas dendam. Kita harus merasakan rasanya orang yang kesulitan mencari makan untuk setiap hari.

Tidak perlu istimewa menu buka puasa, secukupnya saja. Kalau bisa malah diusahakan lebih irit dibanding hari biasa. Ini yang mulai penulis praktekkan. Memang ini semua relatif dari kondisi/keadaan keuangan kita masing-masing. Bila hidangan buka puasa secukupnya membuat kita berangkat shalat tarawih terasa ringan dan tidak ngantuk serta bisa menyisihkan mengisi kaleng yang keliling.
Laparnya puasa membuat kita lemah fisik dan kita bisa irit bicara dan latihan menahan pembiacaraan yang tidak perlu dan membatalkan puasa.

JZ13MGS