Showing posts with label Islamic Centre. Show all posts
Showing posts with label Islamic Centre. Show all posts

MALAM NISFU SYA’BAN 1430 H / 05-08-2009



MALAM NISFU SYA'BAN 2010 PADA HARI SENIN (MALAM SELASA) TANGGAL 26 JULI 2010



Saya mendapat undangan Nisfu Sya’ban di Masjid “BAITURRAHMAN” Islamic Centre Bojonegoro.



Hari : Rabu, Tanggal : 05 Agustus 2009, Pukul : 18.00 WIB (Ba’dal Magrib), Acara : Nisfu Sya’ban 1430 H.



Susunan Acara : 1. Pukul 18.00 WIB Baca Surat Yasin 3 (tiga) kali, dilanjutkan do’a Nisfu Sya’ban. 2. Pukul 18.47 WIB Shalat Isya’ berjamaah. 3. Setelah shalat dilanjutkan beramah tamah.

Mau ikut ?????



INI CUPLIKANNYA, CERAMAH MALAM NISFU SYA’BAN.

Sebelum membaca Surat Yasin 3 (tiga) kali, didahului ceramah (Ustad Nasir, Imam Masjid Islamic Centre Bojonegoro) yang cuplikannya sebabagi berikut :

Malam Nisfu Sya’ban adalah malam dilaporkannya amal / perbuatan kita selama setahun ke hadapan Allah SWT. Makanya kita dianjurkan untuk lebih meningkatkan amal ibadah dan berdoa untuk memohon : PANJANG UMUR (tentunya umur yang bermanfaat), MURAH REZEKI (rejeki yang halal) dan BERIMAN SAMPAI MATI. Dan tengah malamnya diharapkan bisa melaksanakan shalat hajat.

Kegiatan ini diikuti lebih dari seratus jamaah pria dan wanita. Semoga bermanfaat.



PASAR MURAH BOJONEGORO

Dalam rangka menyambut Idul Fitri 1429 H Pemerintah Daerah Bojonegoro mengadakan Pasar Murah di dalam aloon-aloon barat kota Bojonegoro. Beraneka ragam yang di perdagangkan dalam stan pasar murah tersebut. Mulai dari pakaian untuk lebaran (didominasi pakaian muslim), kue-kue kering untuk lebaran, mainan anak-anak, dan lain-lain. Tak ketinggalan pula stan penjual bunga hias yang menempati separo dari pasar murah. Jadi yang ingin mempercantik ruangan untuk menyambut tamu lebaran tinggal beli saja, tak perlu repot-repot merawat bertahun-tahun. Juga yang ingin membeli buku-buku Islam datang saja ke pasar murah dengan diskon 20%. Pasar murah ini diresmikan pembukaannya oleh Bupati Bojonegoro tanggal 23 September 2008 dan berakhir tanggal 25 September 2008.

CATATAN SEPULUH (10) HARI KEDUA BULAN RAMADHAN

Lemah, lemah, lemah dan malas untuk bangun makan sahur setelah melewati sepuluh hari kedua kita puasa dan sekarang melanjutkan perjalanan sepuluh (10) hari terakhir yaitu pembebasan dari siksa api neraka. Memang menurut para ustadz bila pahala yang diberikan oleh Allah SWT berlipat-lipat membuat kita merasa berat untuk melakukannya. Dan inilah tantangan yang harus kita lawan dan kita hadapi dengan penuh semangat perjuangan. Ayo kita bertekad melawan rasa lemah, rasa malas dengan penuh semangat untuk mendapatkan Lailatul Qodar dan tiket pembebasan dari siksa api neraka pada sepuluh (10) hari ketiga/terakhir.

Ayo kita koreksi apa yang telah kita lakukan dan dapatkan pada sepuluh (10) hari kedua ini. Peningkatan apa yang telah kita dapatkan. Kalau di kampung kadang koreksinya : aku poso wis oleh sepuluh dino timbangan kok ijek pancet ae, timbangane goser, timbangane rusak dll. (Maaf). Kalau penulis tidak berani menimbang badan karena takut kalau tujuan puasa melenceng dari tujuan kita puasa yaitu bertaqwa kepada Allah SWT.

Berikut ini rangkuman kultum sepuluh (10) hari kedua shalat tarawih di masjid Islamic Centre Bojonegoro.

Pada sepuluh (10) hari kedua bila kita masih aktif mengikuti sholat tarawih berarti termasuk orang-orang yang sudah terseleksi, berarti rohani kita sudah meningkat. Karena yang umum barisan jamaah di masjid-masjid sudah maju (istilah para ustadz).

Disini diterangkan dan diingatkan kembali tata cara mengerjakan shalat. Mengangkat tangan sunnah : pada saat pertama takbir, akan dan setelah ruku’, berdiri setelah tahiyat awal. Baca al fatihah diusahakan terdengar oleh telinga sendiri, ruku’ 180 derajat, ketika sujud ada tujuh anggota tubuh yang menyentuh alas/lantai (dua jempol kaki, dua lutut, dua telapak tangan, dan jidat). Ketika salam dada tidak boleh ikut bergerak mengikuti kepala. Setiap melakukan sesuatu awali dengan niat. Berangkat ke masjid dengan diawali niat, setiap langkah akan menghapus kesalahan kita.

Sambil menunggu imam atau ada waktu kosong dimasjid langsung niati dengan iktikaf. Niscaya akan ada nilai tambah yang kita dapatkan.

Dan kita harus percaya tidak ada kekuatan selain dari Allah SWT. Menghidupkan malam-malam ramadhan dan berlomba-lomba sedekah dijalan Allah. Shalat jamaah sangat disukai Allah SWT dan surga balasannya.

Demikian sedikit rangkuman kultum sepuluh (10) hari kedua, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat untuk penulis dan pengunjung semua.

SEPULUH (10) HARI PERTAMA BULAN RAMADHAN

Tak terasa kita umat muslim sudah melewati sepuluh hari pertama bulan suci Ramadhan 1429 H. Memang bulan yang sangat istimewa ini dibagi menjadi tiga bagian puluhan. Yaitu 10 hari pertama dinamakan Rahmat (terbukanya pintu rahmat), 10 hari kedua dinamakan maqfirah (diampuninya dosa) dan 10 hari ketiga adalah pembebasan dari siksa api neraka.

Rasa cepat berlalunya sepuluh hari pertama kita melaksanakan ibadah puasa, yang penulis alami karena ada beberapa sebab. Pertama kita masih kurang konsentrasi dalam memanfaatkan hari-hari yang istimewa ini untuk beribadah pada Allah SWT, antara lain belum membaca kitab suci Al Qur’an dan melaksanakan shalat malam secara maksimal padahal kita tahu bila pahalanya berlipat ganda. Kedua masih disibukkan urusan-urusan lain yang membuat kita lupa waktu, misalnya menonton televisi yang temanya menyambut ramadhan tapi isinya membuat pemirsa terlena / lupa waktu untuk meningkatkan ibadah.

Memang setelah hari kesepuluh ini fisik kita tambah lemah sehingga secara fisik mau bangun malam ataupun makan saur menjadi malas. Padahal bulan ramadhan kesempatan kita untuk lebih banyak mendekatkan diri pada Allah SWT, mengumpulkan pahala yang sebanyak-banyaknya. Karena pahalanya berlipatganda itulah maka godaannya berat (malas, mudah ngantuk, payah dsb).

Berikut ini rangkuman kultum 10 hari pertama shalat tarawih di masjid Islamic Centre Bojonegoro.

Tujuan dan hikmah puasa yaitu membersihkan diri dengan menjaga : lidah, telinga, mata, perut, tangan, kaki (ucapan, pendengaran, penglilahatan, asal barang yang dimakan, tindakan) dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Hikmahnya kita tambah taqwa pada Allah SWT, bisa menahan hawa nafsu, peka lingungan (senang berinfaq dan sodaqoh). Dan hakekat puasa adalah melemahnya fisik tapi mental menjadi kuat. Ibadah puasa hanya untuk Allah SWT dan kita harus istiqomah (terus-menerus) dalam beribadah.

Kita budayakan hidup islami misalnya keluar masuk rumah mengucapkan salam, setiap hari membaca Al Qur’an, pasang kalender yang islami. Dan hati-hati bila membeli kaligrafi arab (teliti dan baca dulu bila tidak bisa membaca lebih baik tidak usah dibeli) karena ada kaligrafi tulisan arab beredar tapi menyesatkan.

Sedikit catatan kultum ini semoga bermanfaat untuk kita semua. Kita koreksi pada 10 hari pertama yang belum kita lakukan. Dan kita perbaiki di 10 hari kedua dengan tindakan yang lebih islami dan konsentrasi pada makna ramadhan. Tunggu tulisan berikutnya.

TELAH TIBA BULAN YANG SUCI, BULAN ISTIMEWA PENUH BONUS !!!!!

Adzan isya’ dikumandangkan di seluruh masjid dan musholla, tapi kali ini suasana tidak seperti biasanya. Dari segala penjuru mulai anak kecil sampai kakek/nenek berbondong-bondong menyerbu masjid dan musholla untuk merebut big sale pahala bulan suci Ramadhan yang datang hanya setahun sekali.

Tidak seperti big salenya mall, dept store, super market entah apalagi namanya yang setiap waktu mengadakan promo big sale.

Yang sebelumnya sebagian jamaah (termasuk penulis) datang ke masjid hanya waktu magrib, dan waktu isya’ tidak kembali di masjid. Tapi sekarang terbalik waktu mendengar adzan isya’ langsung bergegas menuju masjid.

Allah yang Maha Kuasa memberikan pahala yang berlipat-lipat pada bulan suci Ramadhan, bagi umat Islam yang mau mengabdikan diri / beribadah menghadap pada Yang Maha Adil. Dan surga jaminannya. Tapi sebaliknya bagi yang melanggar perintah Allah Yang Maha Tahu maka neraka balasannya.

Seperti kultum yang disampaikan Ketua Ta'mir : kita jangan sekali-kali sengaja tidak puasa ramadhan tanpa ada sebab karena berat hukumnnya. Yaitu sehari tidak puasa harus dibayar dengan puasa selama satu tahun terus menerus, inipun tidak dijamin bisa diterima Allah yang Maha Perkasa.

Perubahan dratis juga terjadi di masjid Islamic Centre Bojonegoro, waktu shalat isya’ dan tarawih jamaah membeludak. Di dalam masjid penuh (untuk bapak-bapak) dan di serambi masjid penuh (untuk ibu-ibu). Semoga keadaan ini minimal sampai akhir ramadhan.

Selai itu pengurus masjid Islamic Centre Bojonegoro juga all out menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1429 H, dengan mempersiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan jamaah. Antara lain kerja bakti membersih masjid yang diikuti kira-kira 60 jamaah sekitar masjid. Waktu acara Nisfu Sa’ban (17-08-2008) dan Kirim Doa (megengan 28-08-2008) jamaah yang hadir kira-kira juga 60an orang (menurut hitungan penulis).

Menunjuk empat petugas pengawas dan pengatur ketertiban jamaah, dua petugas mengatur ketertiban parkir kendaraan dan seorang satpam. Juga menyelenggarakan belajar membaca Al Qur’an 15 menit setiap setelah shalat tarawih, bagi yang berminat. Luar biasa ini.

Untuk yang berminat mengirimkan ta’jil dan jaminan untuk tadarus, pengurus dengan senang hati menerima. Ayo tinggalkan televisi, banyak beribadah, banyak beramal, kunjungi panti asuhan. Niscaya pahala dilipatgandakan 700 kali dari hari biasa. Bulan istimewa penuh bonus cuma 30 hari ayo cepetan. Alamat masjid Islamic Centre : Jl. Panglima Polim Bojonegoro.

“MEGENGAN” MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN 1429 H

Kirim doa menjelang bulan Ramadhan bagi sebagian umat Islam adalah sebuah kebiasaan, yang biasa disebut dengan istilah “megengan”. Yang diartikan sebagai “menyambut bulan yang agung, besar atau ageng yaitu bulan suci Ramadhan.

Di Masjid Islamic Centre Bojonegoro pada tanggal 28 Agustus 2008 juga telah dilaksanakan kegiatan megengan yang dipimpin oleh ustadz Nasir sebagai kelanjutan kegiatan malam Nisfu Sa’ban. Beberapa tahun terakhir ini kegiatan megengan sudah terpusat di masjid yang sebelumnya dilaksanakan dirumah. Megengan ini dimanfaatkan untuk kirim doa kepada ahli kubur dari keluarga kita, sebagai salah satu kewajiban umat muslim mendoakan.

Menurut ustadz Nasir, umat Islam mendapat tiga bulan kesempatan yang penuh berkah. Pertama : Rojab yaitu bulan untuk mencuci badan, kedua : Sa’ban yaitu bulan untuk memcuci hati dan ketiga : Ramadhan bulan untuk mencuci ruh.

Megengan adalah sebagai tanda menjelang dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, bulan yang paling istimewa, bulan obral bonus pahala.

Ternyata obral bonus ini ditiru oleh dunia perniagaan, sehingga sebagian orang banyak tergiur dengan obral bonus yang dijanjikan oleh mal-mal, super market, swalayan dan sebagainya. Mereka disibukkan dengan belanja ke kota besar untuk mempersiapkan Idul Fitri, tetapi tidak menyibukkan diri untuk merebut bonus yang dijanjikan Allah SWT.

Ayo latihan menahan diri, menghayati rasa lapar dengan kosongnya perut kita. Seandainya yang lapar ini orang yang perlu kita santuni. JZ13MGS


Dari sebuah sumber :

Gembira Menyambut Ramadhan

Agar anak-anak berhasrat besar melakukan puasa, mereka harus memiliki perasaan yang sangat positif terhadap bulan Ramadhan. Kita perlu menumbuhkan perasaan –bukan sekedar memahamkan-bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang berlimpah kebaikan di dalamnya, bulan yang penuh kegembiraan karena setiap kebaikan akan dilipatgandakan ganjarannya. Tak ada bulan yang lebih mulia dibanding bulan Ramadhan. Karena itu, Ramadhan harus dinanti dan disambut dengan suka cita.