Showing posts with label televisi. Show all posts
Showing posts with label televisi. Show all posts

KURANGI NONTON TELEVISI (1)

Memomentum Ramadhan 1429 H ini kesempatan kita untuk mengurangi nonton televisi (tv). Karena meskipun semua stasiun tv menggemakan ramadhan tapi sebenarnya acara-acara yang betul-betul mengenai ibadah ramadhan hanya 25% saja itupun belum dipotong penayangan iklan.

Banyak acara dikemas ramadhan tapi isinya hanya guyonan dan membuat penonton lalai/terlena apa yang seharusnya dikerjakan pada bulan ramadhan ini. Sinetron komidi (kemasan ramadhan) yang sudah tidak menghargai status kepala rumah tangga dan tidak menggambarkan orang yang puasa itu harus bagaimana.

Sinetron tentang Islam dengan iklan pelembut pakaian menampilkan kartun perempuan yang megal-megol (kira-kira 17/09/08). Dan masih banyak lagi iklan-iklan yang tidak pantas dilihat orang yang lagi berpuasa (disuguhi iklan perempuan buka baju, red).

Tayangan tentang sejarah Islam dengan iklan percintaan, “..................... pasanganmu” (20/09/08)

Juga menyuburkan praktek perbencongan yang sebenarnya tidak diperbolehkan ajaran agama Islam (laki-laki menyerupai perempuan)

Acara kuliner banyak ditayangkan pada siang hari bulan ramadhan yang mengekspose makanan-makanan lezat dan minuman yang menyegarkan. Sehingga menggoda yang sedang berpuasa. Termasuk juga menayangkan gambar bule perempuan yang sedang berjemur di pantai dalam acara wisata / jalan-jalan.

Extra film yang menayangkan beberapa adegan ciuman (meskipun belum menyentuh tapi sudah kelihatan kalau itu adegan ciuman) disela-sela acara yang bernuansa Islam 18/09/08 jam 17.45 yang sedang kami tonton sekeluarga.

Televisi menayangkan suatu peristiwa dengan vulgar. Salah satu contoh, penayangan luka korban yang tidak dikaburkan padahal itu menyalahi aturan. Seperti yang saya kutip dari hasil wawancara Suara Hidayatullah dengan Teguh Juwarno (mantan penyiar televisi).

(Menurut pria yang menyatakan “cerai” dengan televisi ini, sebelum era reformasi, tayangan televisi erat berpegang pada style book. Yakni buku panduan yang banyak dipakai oleh stasiun televisi dunia. Di buku itu antara lain disebutkan bahwa rekonstruksi kekerasan, adegan memukul, gambar mayat, luka yang menganga dan darah tidak perlu di-close up (ditayangkan secara detail). Namun kini semua tersaji tanpa ditutup-tutupi. “Teman-teman (pengelola televisi) beranggapan bahwa semakin menonjolkan kekerasan dan darah, semakin seru,”)
Dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah Maret 2007.

Dan ini saya akan menampilkan cuplikan-cuplikan lain tentang manfaat dan mudharatnya tv :

1. Dr. Ir. Aton Apriantono, MSc
(Satu lagi, ia tak punya tv, tv tak terlalu banyak member manfaat. Terlalu banyak negatifnya ketimbang positifnya. Karena itulah ia membatasi keluarganya menonton tv, sekalipun di rumah dinasnya sekarang ada tersedia tv dalam ukuran besar).
Dikutip dari Profil Keluarga Majalah Suara Hidayatullah Juli 2006

2. (Setan itu kadang menggoda lewat bisikan hati, kadang melalui manusia, kadang melalui tv).
Dikutip dari Kolom parenting Majalah Suara Hidayatullah Juli 2006

3. “Hari tanpa tv, kenapa tidak “.
Setiap orang tua punya kewajiban menyelamatkan anak-anak.
Dikutip dari Figur Majalah Suara Hidayatullah September 2006

Bersambung................

TELAH TIBA BULAN YANG SUCI, BULAN ISTIMEWA PENUH BONUS !!!!!

Adzan isya’ dikumandangkan di seluruh masjid dan musholla, tapi kali ini suasana tidak seperti biasanya. Dari segala penjuru mulai anak kecil sampai kakek/nenek berbondong-bondong menyerbu masjid dan musholla untuk merebut big sale pahala bulan suci Ramadhan yang datang hanya setahun sekali.

Tidak seperti big salenya mall, dept store, super market entah apalagi namanya yang setiap waktu mengadakan promo big sale.

Yang sebelumnya sebagian jamaah (termasuk penulis) datang ke masjid hanya waktu magrib, dan waktu isya’ tidak kembali di masjid. Tapi sekarang terbalik waktu mendengar adzan isya’ langsung bergegas menuju masjid.

Allah yang Maha Kuasa memberikan pahala yang berlipat-lipat pada bulan suci Ramadhan, bagi umat Islam yang mau mengabdikan diri / beribadah menghadap pada Yang Maha Adil. Dan surga jaminannya. Tapi sebaliknya bagi yang melanggar perintah Allah Yang Maha Tahu maka neraka balasannya.

Seperti kultum yang disampaikan Ketua Ta'mir : kita jangan sekali-kali sengaja tidak puasa ramadhan tanpa ada sebab karena berat hukumnnya. Yaitu sehari tidak puasa harus dibayar dengan puasa selama satu tahun terus menerus, inipun tidak dijamin bisa diterima Allah yang Maha Perkasa.

Perubahan dratis juga terjadi di masjid Islamic Centre Bojonegoro, waktu shalat isya’ dan tarawih jamaah membeludak. Di dalam masjid penuh (untuk bapak-bapak) dan di serambi masjid penuh (untuk ibu-ibu). Semoga keadaan ini minimal sampai akhir ramadhan.

Selai itu pengurus masjid Islamic Centre Bojonegoro juga all out menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1429 H, dengan mempersiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan jamaah. Antara lain kerja bakti membersih masjid yang diikuti kira-kira 60 jamaah sekitar masjid. Waktu acara Nisfu Sa’ban (17-08-2008) dan Kirim Doa (megengan 28-08-2008) jamaah yang hadir kira-kira juga 60an orang (menurut hitungan penulis).

Menunjuk empat petugas pengawas dan pengatur ketertiban jamaah, dua petugas mengatur ketertiban parkir kendaraan dan seorang satpam. Juga menyelenggarakan belajar membaca Al Qur’an 15 menit setiap setelah shalat tarawih, bagi yang berminat. Luar biasa ini.

Untuk yang berminat mengirimkan ta’jil dan jaminan untuk tadarus, pengurus dengan senang hati menerima. Ayo tinggalkan televisi, banyak beribadah, banyak beramal, kunjungi panti asuhan. Niscaya pahala dilipatgandakan 700 kali dari hari biasa. Bulan istimewa penuh bonus cuma 30 hari ayo cepetan. Alamat masjid Islamic Centre : Jl. Panglima Polim Bojonegoro.