Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

PUASA RAMADHAN, BELAJAR DARI KEPONAKAN

Sebenarnya saya sudah sering mendengarkan pengajian tentang hal apa saja yang disunnahkan Rasulullah SAW khususnya pada bulan ramadhan. Yaitu berbuka puasa diawali dengan minum yang manis dan makan satu atau tiga biji kurma kemudian menyegerakan shalat Maghrib.

Tapi rasanya berat untuk melakukannya, karena mungkin masih dikuasai nafsu untuk segera melahap hidangan berbuka yang telah tersedia.

Dan saya melakukan sunnah Rasul (baru saat ini 1431 H) setelah beberapa ramadhan, keponakan (yang di pondok pesantren Al Iryad Salatiga (sekarang di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab, LIPIA) berlibur ke rumah kami, Bojonegoro. Setelah berbuka dengan air minum dia pergi shalat jamaah di masjid dan makan setelah datang. Kenapa dia bisa melakukan, saya tidak ? Pikirku.

Maka saya bertekad untuk melakukannya mulai sekarang, tapi saya belum shalat jamaah di masjid (jangan ditiru). Ternyata enak berbuka puasa makan nasi setelah shalat maghrib, santai dan tidak tergesa-gesa.

Masih cerita tentang keseharian keponakan yang disiplin mengikuti sunnah Rasul, dia selalu memakai pakaian lengan panjang (baju / kaos) dan tidak pernah pakai celana pendek.Wah ……yang ini kalau lagi diluar dinas, saya belum bisa melakukan (rasanya tidak santai / gaul). Senengku pakai celana pendek, kaos oblong dan bertopi. Tapi lain waktu semoga bisa melakukannya.

Tapi saya juga pernah merasa jengkel pada keponakan. Waktu itu saya mendengarkan musik jazz kesukaan melalui komputer, tanpa permisi musik tersebut dimatikan. Ternyata diganti dengan lantunan Ayat-ayat suci Al Qur’an sambil dia menirukan. Oooo ternyata dia lagi menirukan lantunan dan menghafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an. Maklum dan serta merta hilang jengkel saya. Ini pelajaran bagi saya.

Kemudian disuatu kesempatan keponakan kami ajak mengikuti Pengajian rutin Ahad Pagi di masjid At Taqwa Bojonegoro (jl. Teuku Umar) dan setelah selesai saya suruh beli buku di halaman masjid. Buku yang di pilih dia berjudul “Kesaksian seorang dokter” Mensucikan hati melalui kisah-kisah nyata, penulis dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair, SpJP. Dilain kesempatan saya beli buku itu juga.

Sampai di rumah saya ikut membaca, yang salah satu kesaksiannya tentang kisah seorang pemuda yang kecelakaan ketika mengemudi mobil sambil mendengarkan dentuman-dentuman musik hingar bingar (padahal ia dalam keadaan sakrtul maut), sangat disayangkan.

Kesimpulan, sebaiknya telinga kita setiap saat diperdengarkan bunyi-bunyian yang selalu mengingatkan kita pada keagungan sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Misalnya mendengarkan murottal, qasidah, lagu-lagu yang religius, ceramah agama Islam, standby di radio yang islami di sekitar kita. Ini semua bisa kita lakukan di RUMAH atau di MOBIL. Ya untuk anak muda mungkin masih sulit membiasakan ini (seperti aku dulu), tapi ayo mulai kita coba latihan untuk membiasakan. Saya juga mulai membiasakan. Sekali-sekali tidak apalah mendengarkan lalu-lagu yang umum.

Kalau lagi online bisa mendengarkn radio Suara Al-Iman Sarabaya atau kalau masih punya radio AM, radio ini bisa di dengar pada 900AM. Saya dengarkan di Bojonegoro masih jelas, untuk pengantar tidur.

Sebenarnya tangan belum mau berhenti menari di keyboad, tapi tulisan sudah panjang, nanti malah membuat bosan pengunjung. Posting berikutnya masih berhubungan dengan tulisan ini, yaitu tentang radio Al-Iman Surabaya.

Tentang puasa selengkapnya di http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2010/08/07/adab-adab-berpuasa/

GETARKAN JIWA (2)

Idul Fitri 1429 H tinggal beberapa hari lagi.

Sudah siapkah kita ditinggal Ramadhan yang penuh ampunan ini ?

Sudahkah kita membakar dosa-dosa kita ?

Sudahkah kita meningkatkan (menambah) ibadah yang belum pernah kita lakukan sebelumnya ?

Sudahkah kita ingat kaum duafa yang juga ingin bersenang-senang di hari kemenangan (Idul Fitri) ?

Sudahkah kita memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan Allah SWT pada Ramadhan tahun ini ?

Setelah kita latihan menggetarkan jiwa, GETARKAN JIWA (1) sudahkah ada peningkatan ?

Kadang Getaran jiwa, getaran hati, dan tetesan air mata muncul (bereaksi) tanpa kita sadari, tanpa kita minta, tapi kadang juga kita harus latihan waktu beribadah / mendekatkan diri pada Allah SWT. Tapi karena kekhusukan diri kita beribadah, dan ingat kalau kita semua milik Allah yang MAHA SEGALANYA, maka getaran jiwa itu akan muncul.

Ayo kita rayakan Idul Fitri 1429 H tanpa keluar dari syariat-syariat Islam.

souvenirjati.blogspot.com MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Dan semoga Allah SWT memberikan panjang umur kepada kita, sehingga bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan 1430 H Amin, Amin, Amin Ya robbal alamin.

REKREASI TERUS MESKIPUN PUASA (1)

Rekreasi adalah salah satu kebutuhan hidup, yaitu sebagai cara melepas lelah. Dan ini biasanya terjadual ataupun mendadak ada waktu senggang langsung menyusun acara rekreasi atau minim waktu anak-anak libur sekolah. Dan bermacam-macam cara melakukan penyegaran jiwa ini, mulai acara makan diluar rumah (picnic istilahnya), mengunjungi tempat wisata dalam kota ataupun luar kota.

Rekreasi sekitar kota biayanya murah dan makan bisa bawa dari rumah (mbontot, red). Untuk keluar kota biayanya tidak sedikit, misalnya ke Wisata Bahari Lamongan (WBL) minimal untuk sekeluarga harus mengeluarkan biaya Rp 500.000,00 (terdiri : bbm, tiket masuk, makan siang). Berarti dalam satu tahun kita minimal mengeluarkan Rp 500.000,00 untuk keperluan menyenangkan keluarga.

Setelah merencanakan dan menentukan tempat rekreasi kita sudah mulai merasa senang, meskipun mungkin waktunya masih sepuluh hari yang akan datang. Karena kita mulai membayangkan dari persiapan apa yang dibawa, suasana dalam perjalanan kemudian sampai ditempat tujuan. Pada waktu masih kecil setiap diberitahu akan diajak pergi naik bus, semalaman sudah tidak bisa tidur.

Mulai perjalanan berangkat rekreasi sudah membuat pikiran fresh dan mata bebas memandang kiri-kanan menikmati pemandangan alam semesta ciptaan Allah SWT yang tidak ada tandingannya. Dan kita harus bersyukur bisa menikmati semua itu. Mulai melihat sawah dengan tanaman padi yang menghijau, pohon-pohon yang daunnya melambai-lambai diterpa angin, air yang mengalir jernih, capung yang berterbangan diantara tumbuhan, para petani yang lagi beraktivitas di ladang dan masih banyak lagi indahnya pemandangan di alam bebas.

Untuk tujuan rekreasi antara lain ke Dander, Waduk Pacal, Kayangan Api, ketiganya di Bojonegoro. Untuk keluar kota bisa ke Goa Akbar Tuban, Wisata Bahari Lamongan (WBL), Kebun Teh Wonosari Lawang Malang, Air terjun Sedudo Nganjuk, ke Kopeng Salatiga, atau Rawa Pening Ambarawa (Sandiwara radio Nogososro dan Sabuk Inten th. 1980an) dan masih banyak lagi.

Yang tersebut diatas untuk wisata alam dan wisata senang-senang. Bagaimana cara rekreasi di bulan puasa (ramadhan), kok tetap tidak berhenti rekreasi ?

Ya untuk bulan puasa kita beralih ke rekreasi sosial. Apa itu ?
Bersambung ....................

SEPULUH (10) HARI PERTAMA BULAN RAMADHAN

Tak terasa kita umat muslim sudah melewati sepuluh hari pertama bulan suci Ramadhan 1429 H. Memang bulan yang sangat istimewa ini dibagi menjadi tiga bagian puluhan. Yaitu 10 hari pertama dinamakan Rahmat (terbukanya pintu rahmat), 10 hari kedua dinamakan maqfirah (diampuninya dosa) dan 10 hari ketiga adalah pembebasan dari siksa api neraka.

Rasa cepat berlalunya sepuluh hari pertama kita melaksanakan ibadah puasa, yang penulis alami karena ada beberapa sebab. Pertama kita masih kurang konsentrasi dalam memanfaatkan hari-hari yang istimewa ini untuk beribadah pada Allah SWT, antara lain belum membaca kitab suci Al Qur’an dan melaksanakan shalat malam secara maksimal padahal kita tahu bila pahalanya berlipat ganda. Kedua masih disibukkan urusan-urusan lain yang membuat kita lupa waktu, misalnya menonton televisi yang temanya menyambut ramadhan tapi isinya membuat pemirsa terlena / lupa waktu untuk meningkatkan ibadah.

Memang setelah hari kesepuluh ini fisik kita tambah lemah sehingga secara fisik mau bangun malam ataupun makan saur menjadi malas. Padahal bulan ramadhan kesempatan kita untuk lebih banyak mendekatkan diri pada Allah SWT, mengumpulkan pahala yang sebanyak-banyaknya. Karena pahalanya berlipatganda itulah maka godaannya berat (malas, mudah ngantuk, payah dsb).

Berikut ini rangkuman kultum 10 hari pertama shalat tarawih di masjid Islamic Centre Bojonegoro.

Tujuan dan hikmah puasa yaitu membersihkan diri dengan menjaga : lidah, telinga, mata, perut, tangan, kaki (ucapan, pendengaran, penglilahatan, asal barang yang dimakan, tindakan) dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Hikmahnya kita tambah taqwa pada Allah SWT, bisa menahan hawa nafsu, peka lingungan (senang berinfaq dan sodaqoh). Dan hakekat puasa adalah melemahnya fisik tapi mental menjadi kuat. Ibadah puasa hanya untuk Allah SWT dan kita harus istiqomah (terus-menerus) dalam beribadah.

Kita budayakan hidup islami misalnya keluar masuk rumah mengucapkan salam, setiap hari membaca Al Qur’an, pasang kalender yang islami. Dan hati-hati bila membeli kaligrafi arab (teliti dan baca dulu bila tidak bisa membaca lebih baik tidak usah dibeli) karena ada kaligrafi tulisan arab beredar tapi menyesatkan.

Sedikit catatan kultum ini semoga bermanfaat untuk kita semua. Kita koreksi pada 10 hari pertama yang belum kita lakukan. Dan kita perbaiki di 10 hari kedua dengan tindakan yang lebih islami dan konsentrasi pada makna ramadhan. Tunggu tulisan berikutnya.

TELAH TIBA BULAN YANG SUCI, BULAN ISTIMEWA PENUH BONUS !!!!!

Adzan isya’ dikumandangkan di seluruh masjid dan musholla, tapi kali ini suasana tidak seperti biasanya. Dari segala penjuru mulai anak kecil sampai kakek/nenek berbondong-bondong menyerbu masjid dan musholla untuk merebut big sale pahala bulan suci Ramadhan yang datang hanya setahun sekali.

Tidak seperti big salenya mall, dept store, super market entah apalagi namanya yang setiap waktu mengadakan promo big sale.

Yang sebelumnya sebagian jamaah (termasuk penulis) datang ke masjid hanya waktu magrib, dan waktu isya’ tidak kembali di masjid. Tapi sekarang terbalik waktu mendengar adzan isya’ langsung bergegas menuju masjid.

Allah yang Maha Kuasa memberikan pahala yang berlipat-lipat pada bulan suci Ramadhan, bagi umat Islam yang mau mengabdikan diri / beribadah menghadap pada Yang Maha Adil. Dan surga jaminannya. Tapi sebaliknya bagi yang melanggar perintah Allah Yang Maha Tahu maka neraka balasannya.

Seperti kultum yang disampaikan Ketua Ta'mir : kita jangan sekali-kali sengaja tidak puasa ramadhan tanpa ada sebab karena berat hukumnnya. Yaitu sehari tidak puasa harus dibayar dengan puasa selama satu tahun terus menerus, inipun tidak dijamin bisa diterima Allah yang Maha Perkasa.

Perubahan dratis juga terjadi di masjid Islamic Centre Bojonegoro, waktu shalat isya’ dan tarawih jamaah membeludak. Di dalam masjid penuh (untuk bapak-bapak) dan di serambi masjid penuh (untuk ibu-ibu). Semoga keadaan ini minimal sampai akhir ramadhan.

Selai itu pengurus masjid Islamic Centre Bojonegoro juga all out menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1429 H, dengan mempersiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan jamaah. Antara lain kerja bakti membersih masjid yang diikuti kira-kira 60 jamaah sekitar masjid. Waktu acara Nisfu Sa’ban (17-08-2008) dan Kirim Doa (megengan 28-08-2008) jamaah yang hadir kira-kira juga 60an orang (menurut hitungan penulis).

Menunjuk empat petugas pengawas dan pengatur ketertiban jamaah, dua petugas mengatur ketertiban parkir kendaraan dan seorang satpam. Juga menyelenggarakan belajar membaca Al Qur’an 15 menit setiap setelah shalat tarawih, bagi yang berminat. Luar biasa ini.

Untuk yang berminat mengirimkan ta’jil dan jaminan untuk tadarus, pengurus dengan senang hati menerima. Ayo tinggalkan televisi, banyak beribadah, banyak beramal, kunjungi panti asuhan. Niscaya pahala dilipatgandakan 700 kali dari hari biasa. Bulan istimewa penuh bonus cuma 30 hari ayo cepetan. Alamat masjid Islamic Centre : Jl. Panglima Polim Bojonegoro.

ZIARAH KUBUR DAN MANFAATNYA

Kegiatan lain menjelang bulan Ramadhan bagi umat Islam adalah ziarah kubur. Kita menyempatkan waktu datang ke makam, meskipun kadang jarak antara rumah dan makam bagi sebagian orang ratusan kilometer.

Dan kadang kegiatan ini di cemooh orang. “Mendoakan tidak harus datang ke makam”, katanya. Ya memang betul, dimana saja kita bisa mendoakan karena Allah SWT selalu online (istilah sekarang) tapi dibalik itu semua banyak manfaat yang kita petik.

Pertama, kita bisa lebih menghayati makna hidup yang nantinya juga akan kembali menghadap pada Sang Khaliq. (Darimana kita hidup dan kemana akan kembali).

Kedua, kita bisa membersihkan makam yang banyak ditumbuhi rumput dan tertimbun daun-daun yang jatuh (biasanya di makam banyak pohon besar) Secara umum lokasi makam menjadi bersih. Apalagi di desa makam tidak begitu terpelihara.

Ketiga, kita bisa membetulkan bila ada nisan yang menancap di tanah miring/rubuh (karena sebagai umat Islam dilarang menandai makam dengan memasang kijing yang permanen di tempat pemakaman umum). Bila sekali waktu tidak kita tengok tanda/nisan makam itu akan hilang.

Keempat, ikut mendukung dan meningkatkan penghasilan penjual kembang (yang kebanyakan berasal dari ekonomi bawah). Di utara kantor Pemda dan di depan SMA 4 Bojonegoro banyak penjual kembang. Kenapa kok bawa kembang segala ? Karena malaikat senang yang baunya wangi, sehingga malaikat ikut membatu dan meneruskan doa kita pada Allah SWT.

Sebenarnya minimal setiap Jum’at kita mengirimkan Al Fatihah untuk semua ahli kubur kita. Saya katakan semua ahli kubur, karena saya dalam mengirim Al Fatihah tidak menyebut nama ahli kubur satu per satu, rasa tidak adil. Karena yang harus dikirimi bukan ahli kubur keluarga terdekat saja. Juga semua famili dari kakek/nenek, pakde/bude dan lain-lain yang tidak terhitung sudah mendahului kita.

Untuk yang belum sempat ziarah kubur, bisa melakukan sewaktu-waktu atau mungkin pas pulang kampung. Atau bisa telepon keluarga dekat untuk membersihkan makam. Mudah khan ?? JZ13MGS

“MEGENGAN” MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN 1429 H

Kirim doa menjelang bulan Ramadhan bagi sebagian umat Islam adalah sebuah kebiasaan, yang biasa disebut dengan istilah “megengan”. Yang diartikan sebagai “menyambut bulan yang agung, besar atau ageng yaitu bulan suci Ramadhan.

Di Masjid Islamic Centre Bojonegoro pada tanggal 28 Agustus 2008 juga telah dilaksanakan kegiatan megengan yang dipimpin oleh ustadz Nasir sebagai kelanjutan kegiatan malam Nisfu Sa’ban. Beberapa tahun terakhir ini kegiatan megengan sudah terpusat di masjid yang sebelumnya dilaksanakan dirumah. Megengan ini dimanfaatkan untuk kirim doa kepada ahli kubur dari keluarga kita, sebagai salah satu kewajiban umat muslim mendoakan.

Menurut ustadz Nasir, umat Islam mendapat tiga bulan kesempatan yang penuh berkah. Pertama : Rojab yaitu bulan untuk mencuci badan, kedua : Sa’ban yaitu bulan untuk memcuci hati dan ketiga : Ramadhan bulan untuk mencuci ruh.

Megengan adalah sebagai tanda menjelang dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, bulan yang paling istimewa, bulan obral bonus pahala.

Ternyata obral bonus ini ditiru oleh dunia perniagaan, sehingga sebagian orang banyak tergiur dengan obral bonus yang dijanjikan oleh mal-mal, super market, swalayan dan sebagainya. Mereka disibukkan dengan belanja ke kota besar untuk mempersiapkan Idul Fitri, tetapi tidak menyibukkan diri untuk merebut bonus yang dijanjikan Allah SWT.

Ayo latihan menahan diri, menghayati rasa lapar dengan kosongnya perut kita. Seandainya yang lapar ini orang yang perlu kita santuni. JZ13MGS


Dari sebuah sumber :

Gembira Menyambut Ramadhan

Agar anak-anak berhasrat besar melakukan puasa, mereka harus memiliki perasaan yang sangat positif terhadap bulan Ramadhan. Kita perlu menumbuhkan perasaan –bukan sekedar memahamkan-bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang berlimpah kebaikan di dalamnya, bulan yang penuh kegembiraan karena setiap kebaikan akan dilipatgandakan ganjarannya. Tak ada bulan yang lebih mulia dibanding bulan Ramadhan. Karena itu, Ramadhan harus dinanti dan disambut dengan suka cita.