SEPEDA MTB, TIPS MENGIKUTI FUNBIKE DLL






Bagi penghobi sepeda , acara funbike tentu sangat ditunggu-tunggu meskipun penyelenggaranya dari luar kota / kabupaten.

Dan tentunya jauh hari sebelumnya sudah mempersiapkan segala keperluan, mulai dari kesiapan sepeda, peralatan, transportasi dan bekal termasuk juga penginapan. Itu bagi yang dari luar kota / kabupaten yang jaraknya jauh.

Tapi bagi peserta yang jaraknya sekitar 20 km - 40 km dari lokasi, biasanya tidak begitu memperhatikan perlengkapan yang harus dibawa. Apa itu ?

Hasil pengamatan ketika mengikuti funbike.

Sebagian peserta funbike kalau mengikuti even biasanya memakai kaos dan celana pendek. Dan kalau sudah di finish, tentu menunggu pengundian hadiah, yang biasanya berlangsung melewati waktu shalat dhluhur (bisa sampai pukul 13.00). Karena kalau tidak mengikuti undian khan sayang. Padahal selesai undian harus kembali pulang dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam atau lebih. Mau shalat dulu, tapi pakaian tidak memenuhi syarat.

Dengan pengamatan dan pertanyaan diatas penulis punya sedikit tips dan semoga bermanfaat.

Bagi penghobi funbike bila ada even atau ngontel jauh sebaiknya melengkapi sepedanya dengan tas kecil (sejenis tas pinggang) ukuran : 25 cm x 15 cm x 10 cm yang ada talinya antar ujung dan dua tali dibalik tas. Ikatkan tali ujung tas dibawah handlebar post dan dua tali yang dibalik tas ikatkan pada frame. Tidak repot, tidak mengganggu ngontel, dan tidak membebani badan.

Untuk apa tas itu ? Ya untuk menyimpan kemeja, sarung, HP, kunci pass dan lain-lain. Sehingga selesai nunggu undian langsung shalat dhluhur kemudian bisa pulang dengan santai. Tidak terburu-buru pulang karena memburu waktu shalat. Syukur kalau dapat hadiah.

Hak dan kewajiban terpenuhi khan ????

IKUTI : BOJONEGORO CYCLING TOUR 2009 (06/12/09)



SEPEDA LIPAT, FOLDING BIKE 2















Sudah satu setengah bulan (sejak 01/04/2009) aku membeli sepeda lipat (seli). Dan ternyata mulai toko di resmikan (Toko Sepeda United di Bojonegoro), sampai sekarang belum berhasil menjual lagi (waktu aku ke toko tersebut bulan Mei, lihat-lihat pingin sepeda MTB). Ini berarti aku belum punya teman untuk membentuk komunitas Sepeda Lipat di Bojonegoro.

Sebelum jatuh ke pilihan seli United aku sudah ke toko distributor sepeda Polygon, yang ternyata kalau ingin membeli seli Polygon harus indent dulu. Wachhh terlalulu lama, sudah terlanjur pingin. Makanya aku ambil seli United yang harganya lebih murah tapi fasilitasnya lebih lengkap (pengatur kecepatan, peredam kejut dan fork zoom suspensi).

Asyik punya seli

Selama aku ngontel seli pagi hari (setiap ada waktu) keliling kota, aku belum pernah ketemu sesama seli.

Karena masih langka atau mungkin belum ada yang punya, setiap di jalan banyak yang memperhatikan seliku (memang aku senengnya tampil beda).

Kok aneh, sepedanya kecil (20”), seat post dan handel post (sadel dan setir) tinggi, tapi yang naik kok orang dewasa !!!! Apa tidak keliru, pantasnya yang naik anak-anak. Pikirnya…………… Kadang ada yang langsung tanya saya : Ini sepeda lipat pak ? Harganya berapa ? Belinya dimana ? Pertanyaan bertubi-tubi menyerangku.

Kalau teman yang sudah akrab komentarnya : Ali kok iso ae. Ali kok oleh ae sing aneh.

Dengan seli aku mulai giat bersepeda, aku orang yang pemalas dalam olah raga. Tapi menurut artikel-artikel yang saya baca, kalau sudah berumur (40 keatas) diharuskan sering berolah raga ringan. Utamanya bersepeda, sebab dengan olah raga sepeda, lutut / kaki tidak terbebani berat badan. Aliran darah menjadi lancar.

Makanya aku sekarang ngontel terus, kadang juga pulang ke Balen-Bojonegoron yang berjarak 10 km dengan waktu tempuh 40 menit menggunakan seli. Asyik …………….. teringat waktu sekolah (SMEA PGRI 1981-1984) ngontel siang malam Bojonegoro-Balen kepanasan dan kehujanan, menggunakan sepeda sepeda mini yang sadelnya panjang itu lho. Yang sekarang nama kerennya Lowrider.

Kenapa sudah SMEA kok masih pakai sepeda mini ? Aku dijanji sama bapak / ibu akan dibelikan sepeda baru (Jengki, Phoenix) kalau lulus tes Sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Tapi aku tidak lulus tes, terpaksa mulai SD sampai SMEA pakai sepeda mini.

Tapi aku tetep seneng, dengan sepeda mini aku bisa kesana kemari menuruti hobiku mengikuti lomba balapan, MINICROSS (istilah waktu itu).

KPPN BOJONEGORO, Sosialisasi Aplikasi GPP 2009




Biasanya KPPN Bojonegoro bila mengundang Satuan Kerja (Satker) untuk sosialisasi dilaksanakan pada pagi hari. Tapi kali ini sosialisasi diselenggarakan mulai pukul 14.00 wib yang bertempat di aula tentang GPP 2009.

Sosialisasi update Aplikasi Gaji Pegawai Negeri Sipil Pusat (GPP 2009) ini untuk mengakomodasi Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 22 tahun 2007 tanggal 22 Maret 2007. Yaitu tentang Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil, yang terdiri PNS dan Calon PNS. Dengan berlakunya peraturan tersebut, sekarang NIP menjadi 18 (delapan belas) digit yang sebelumnya hanya 9 (sembilan) digit.

Selain itu, update Aplikasi GPP 2009 juga menyempurnakan : Perubahan tarip Pajak Penghasilan (PPh) Ps. 21, Perbaikan pencetakan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) dan Perubahan metode pengiriman data.

Pada tahap pertama (18/05/09) sosialisasi untuk Kabupaten Bojonegoro dengan mengundang 23 Satker yang diikuti 44 peserta. Dan pada tahap kedua (19/05/2009) sosialisasi untuk Kabupaten Lamongan dengan mengundang 17 Satker yang diikuti 35 peserta.