Showing posts with label lamongan. Show all posts
Showing posts with label lamongan. Show all posts

Wisata Segoro Indah Dalegan (WISID) Gresik


Sebenarnya kami tidak sengaja rekreasi di Wisata Segoro Indah Dalegan (WISID) yang berada di KecamatanPaceng Gresik.

Ini bermula ketika akan menjemput anak kami yang lagi ada study tour di tempat pengolah ikan di pantai utara Lamongan (di sekitar Wisata Bahari Lamongan, WBL) bersama-sama dengan teman se Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 16 Januari 2011.

Ya karena kuliahnya di jurusan tersebut sehingga setelah study tour, wisatanya di pantai.

Wisid berada di sebelah timur WBL sekitar 10 - 15 km yang berada di Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan. Jadi kalau sudah di WBL lebih lengkap kalau sekalian mampir di Wisid. Pantainya alami, anak-anak sangat menyukainya. Karena mereka bisa bermain pasir dan air laut yang tidak begitu berombak (lebih aman), pantainya mirip Parangtitis Yogyakarta.

Untuk fasilitas hanya seadanya saja. Sewa ban, utamanya. Warung makan dan warung bakso banyak dijumpai di WISID, termasuk juga penjual makanan ringan dan rujak.

Silakan mencoba.

KPPN BOJONEGORO, Sosialisasi Aplikasi GPP 2009




Biasanya KPPN Bojonegoro bila mengundang Satuan Kerja (Satker) untuk sosialisasi dilaksanakan pada pagi hari. Tapi kali ini sosialisasi diselenggarakan mulai pukul 14.00 wib yang bertempat di aula tentang GPP 2009.

Sosialisasi update Aplikasi Gaji Pegawai Negeri Sipil Pusat (GPP 2009) ini untuk mengakomodasi Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 22 tahun 2007 tanggal 22 Maret 2007. Yaitu tentang Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil, yang terdiri PNS dan Calon PNS. Dengan berlakunya peraturan tersebut, sekarang NIP menjadi 18 (delapan belas) digit yang sebelumnya hanya 9 (sembilan) digit.

Selain itu, update Aplikasi GPP 2009 juga menyempurnakan : Perubahan tarip Pajak Penghasilan (PPh) Ps. 21, Perbaikan pencetakan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) dan Perubahan metode pengiriman data.

Pada tahap pertama (18/05/09) sosialisasi untuk Kabupaten Bojonegoro dengan mengundang 23 Satker yang diikuti 44 peserta. Dan pada tahap kedua (19/05/2009) sosialisasi untuk Kabupaten Lamongan dengan mengundang 17 Satker yang diikuti 35 peserta.

KPPN BOJONEGORO, SOSIALISASI APLIKASI SAKPA DAN SPM TA 2009












Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro tanggal 17 dan 18 Pebruari 2009 telah mengadakan sosialisasi aplikasi Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) dan aplikasi Surat Perintah Membayar (SPM) Tahun Anggaran 2009.

Sosialisasi ini diikuti sekitar seratus sepuluh peserta dari seluruh satuan kerja (SATKER) UAKPA wilayah pembayaran KPPN Bojonegoro (Lamongan, 17/02/09 dan Bojonegoro, 18/02/09) yang bertempat di aula KPPN. Dalam sosialisasi ini setiap satuan kerja mengirimkan / menugaskan dua karyawan yaitu Bendahara Pengeluaran dan seorang Staf (Operator SAKPA / Operator SPM).

Setelah sosialisasi, satker-satker / UAKPA dari Lamongan dan sebagian Bojonegoro langsung menyerbu Front Office pada tanggal yang sama untuk melakukan rekonsiliasi dan menyampaikan laporan keuangan. Karena memang satker-satker bisa rekonsiliasi setelah aplikasi SAKPA dan SPM 2008 di update dengan aplikasi 2009. Apalagi Lamongan jaraknya lumayan jauh, sekitar 80 km dari Bojonegoro.

Untuk bulan-bulan normal (tanpa menunggu update aplikasi), satker / UAKPA harus rekonsiliasi / penyampaian laporan keuangan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah bulan bersangkutan berakhir.

HAUL KE 105 DAN REUNI BANI ROSYID KENDAL BOJONEGORO



DARI KENDAL MENGGAPAI DUNIA

Bertempat di Pondok Pesantren Al-Kuzzi Kendal-Bojonegoro tanggal 01 Dzulhijah 1429 H telah diselenggarakan Haul ke 105 dan Reuni keluarga Bani Rosyid. Yang dihadiri 600 sampai dengan 800 orang keluarga Bani Rosyid, Dalam kesempatan reuni hadir juga para ulama / tokoh antara lain KH Abudllah Fakih Langitan Lamongan, KH. Jauhari Hasan Ketua MUI Bojonegoro, KH. Maiun Syafi’I Ketua Ta’mir Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, H. Suyoto Bupati Bojoegoro dan lain-lain.

Dalam sambutannya panitia penyelenggara menyampaikan “Dari Kendal Menggapai Dunia” yang artinya bila keluarga Bani Rosyid tersebar di beberapa penjuru dunia dalam menuntut ilmu.

Kemudian Bupati Bojonegoro (Suyoto) dalam kesempatan itu mengatakan “Karena karyanya orang mendapat kehormatan / penghargaan”, seperti Haul Muhammad Rosyid ini. Bupati juga merasakan (memperoleh) manfaat dari perjuangan Muhammad Rosyid ini, dari generasi dan para ulama yang pernah menuntut ilmu dari Bani Rosyid. Yaitu lewat kutbah-kutbah kecil yang pernah diterima saat menuntut ilmu di Pondok Pesantren At-Tanwir Talun, Sumberrejo Bojonegoro.

Souvenirjati adalah generasi kelima dari Bani Rosyid.

FOTO SELENGKAPNYA DI http://pelesir.tripod.com

JALAN JALAN KE GUA NGERONG RENGEL TUBAN

Di kotaku sendiri (Bojonegoro) aku bingung mau wisata kemana. Karena cuma ada tiga tempat wisata yaitu Tirta Wana Dander Bojonegoro, Waduk Pacal Temayang Bojonegoro dan Kayangan Api Ngasem Bojonegoro. Lihat di www.bojonegoro.go.id Dan menurut pengamatan penulis semuanya tidak mempunyai daya tarik yang berarti bagi warga luar Bojonegoro untuk mengunjunginya. Ya mungkin karena belum dikelola secara professional.

Dulu pernah ada gagasan dari Calon Bupati Suyoto (sekarang Bupati terpilih 2008-20013) saat keliling desa, akan membangun tempat wisata di sekitar kecamatan Sekar (saya pantau dari radio Madani FM) menjadi seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL). Dengan slogan (kalau tidak salah) berbunyi : Mari membangun Bojonegoro melebihi Lamongan.

Wisata alam gua Ngerong Tuban berjarak kira-kira dua puluh kilometer ke arah timur kota Bojonegoro, tepatnya di kecamatan Rengel Kab. Tuban. Meskipun agak jauh dan tempatnya sederhana, penulis sudah berkali-kali mengunjungi dan tidak merasa bosan.

Dan di gua ini sudah sering digunakan obyek penelitian dan petualangan. Karena di dalam gua Ngerong sebagai sarang ribuan mungkin malah jutaan kelelawar. Kelelawar pada siang hari menempel / bergantungan mulai dari dinding mulut gua sampai di dalam gua (lihat foto). Jangan kaget kalau di mulut gua banyak kotoran kelelawar yang baunya menyengat.

Selain melihat kelelawar kita juga bisa menikmati jernihnya air sungai yang mengalir dari dalam gua, sehingga dasar sungai dan ikan-ikannya yang juga ribuan bisa kelihatan (lihat foto). Konon ikan-ikan tersebut disakralkan akibatnya tidak ada yang berani mengambil.

Ikan-ikan sudah biasa menemani warga sekitar yang memanfaatkan sungai tersebut untuk mencuci, gosok gigi dan mandi ditempat terbuka. Semoga tidak tercemar, sebab warga yang memanfaatkan sungai tersebut bila membuang sampah/plastik bungkus deterjen langsung ke sungai tersebut. Seharusnya pemgelola menulis pada tanggul sungai : BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA atau JANGAN MEMBUANG SAMPAH DI SUNGAI.

Untuk Bojonegoro ayo segera BANGKIT, maksimalkan potensi alam yang ada dengan nilai jual yang menarik.