Showing posts with label djarum super. Show all posts
Showing posts with label djarum super. Show all posts

DJARUM SUPER 4X4 OFFROAD DI TUBAN







Djarum Super 4x4 Offroad 2009 seri 2 di Sirkuit Gedongombo Tuban tanggal 18 dan 19 April 2009 telah selesai. Dan di sirkuit ini telah tiga kali diselenggarakan even yang sama oleh Genta Auto & Sport Jakarta. Sehingga menurut penulis lokasinya sudah tidak menantang lagi dan perlu dipindah ke lain lokasi, misalnya Bojonegoro.

Semoga usulan ini menjadi catatan Genta Auto & Sport Jakarta.

Dan untuk kali ini club yang mengikuti Jarum Super 4x4 Offroad 2009 seri 2 di Tuban antara lain : LCR (Little Crab Raung), Grage Zebra, Semut-semut, ARB (Arek Ronggolawe Bojonegoro, terdiri Toyes dkk), TJC (Trinil Jeep Club), CRAB, dan lain-lian.
Untuk berita selengkapnya klik disini dan daftar para juara klik disini.

FOTO MOBIL / JEEP OFFROAD MODIFIKASI 1









































GAMBAR / FOTO MOBIL OFF ROAD INI DIAMBIL TANGGAL 15 JUNI 2008 DI PEGUNUNGAN KAPUR GEDONGOMBO TUBAN, PADA KEJUARAAN DJARUM SUPER REAL ADVENTURE OFFROAD (DSRAO) SERI II.
SEMOGA MENJADI INSPIRASI PARA PENGGEMAR MOBIL OFFROAD, YANG BANYAK BERKUNJUNG KE BLOGKU
GAMBAR 1 – 5 : ADALAH DARI BOJONEGORO OFFROAD TEAM (BOT), YANG SERING MENJUARAI DALAM DSRAO
GAMBAR 6 : TAMPIL JUGA TEMANKU DARI EMAIL DAN PERNAH KETEMU PADA DUA SERI KEJUARAAN DSRAO DI TUBAN, MAS IPOENG (GENTA AUTO & SPORT) YANG LAGI MEMANTAU KEJUARAAN DI DALAM KONTAINER BER-AC
GAMBAR 7 DAN 8 : souvenirjati BERSAMA BOJONEGORO 4 WHEELER Community
GAMBAR 9 : Piala (Bojonegoro Offroad Team) sebagai Juara Team DSRAO Seri II, Tuban Juni 2008
GAMBAR 10 : Toyes, dedengkot offroad Bojonegoro di lokasi DSRAO Seri II, Tuban.

FOTO BOJONEGORO OFFROAD DI facebook

MODIFIKASI TOMBO PINGIN



Sejak Sekolah Dasar kira-kira tahun 1975 saya sudah senang bila melihat Toyota Hard Top pakai ban radial yang lewat depan rumah. Kapan-kapan saya juga pingin memiliki mobil jenis tersebut. Setelah bekerja saya sebenarnya ingin memiliki mobil jenis jeep 4x4 yang saya cita-citakan. Tapi setelah pikir-pikir tentang daya angkut dan fungsi akhirnya pilihan jatuh pada MPV Isuzu Panther.

Kenapa memilih multi fungsi ? Karena sewaktu-waktu saya harus mengangkut kira-kira 10 penumpang (saya sekeluarga, ibu/bapak, ibu mertua, saudara dan keponakan) untuk rekreasi atau berkunjung ke sanak keluarga. Kalau jeep kan tidak cukup.

Lantas untuk mengobati keinginan saya sejak kecil, maka Isuzu Panther PPL 1993 saya utak atik biar tampangnya mirip mobil petualangan dan offroad (bila dilihat dari depan tidak lagi bertampang mobil panther). Lumayan bisa sekedar untuk menyalurkan hobby keluyuran, fun, adventure & touring.
Pertama saya pasang rak (bekas raknya Jimny Kotrek), pasang snorkel, lampu-lampu variasi, mendesain bemper depan (selama seminggu) di tukang las, Ganti anting belakang yang lebih panjang, torsi depan diputar maksimal (keduanya untuk menaikkan body). Untuk mendapatkan ban pacul ring 14", saya sempat petualangan di internet selama setengah tahun. Di internet akhirnya saya menemukan dua merk yaitu KUMHO dan MAXXIS. Saya memilih KUMHO. Saya lengkapi juga dengan radio komunikasi ICOM 02N dan bergabung dengan RAPI Wilayah 4 Bojonegoro dengan callsign JZ13MGS (MIGAS)

Untuk sticker-sticker saya dapatkan lewat internet dari GENTA AUTO SPORT Jakarta (Djarum Super Real Adventure Offroad, DSRAO) dan BLOEDUS MANAGEMENT INDONESIA, BMI Makassar (stiker Gudang Garam Rally Indonesia) serta dari offroader Bojonegoro, terakhir dari redaksi majalah JIP.

Rasanya senang sekali mobil saya bisa tampil beda (sedikit ALTO) dan bisa bergabung ke semua komunitas. Dimana saja mobil ini di perhatikan banyak orang, mulai anak kecil sampai kakek-kakek. Ada yang bilang : mobil polisi, keren, sangar, mobil oprod (kata anak-2, dsb. Malah toko gypsum/kaca grafier di barat trafic light Jl. Veteran Bojonegoro bertanya : dinas di polsek mana ? Saya jawab polsek kota, terus saya cepat-cepat pergi. Pernah pada malam minggu saya lewat Jl. Veteran, lampu blitz saya nyalakan, anak-anak yang cangkruk pada semburat lari, karena dikira mobil polisi. Ini saya ketahui setelah teman sekolah anak saya (Ova) di sekolahan bercerita " Va dek bengi tiwas aku mlayu, tak kiro sing liwat mobil polisi, soale aku gak nggowo stnk.
Kata anakku Ova " Kacian dech lu "

Foto lainnya klik disini, dan foto-foto selengkapnya di facebook