Showing posts with label smart. surabaya. Show all posts
Showing posts with label smart. surabaya. Show all posts

BOJONEGORO CYCLING TOUR 2008

Even Bojonegoro Cycling Tour 2008 tanggal 12 Oktober 2008, sepertinya menggugah club-club sepeda pancal yang telah terbentuk tapi sudah tidak mengadakan kegiatan. Yang kemudian bangkit lagi mengumpulkan kekuatan untuk bersama-sama menyambut 63 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI dan 331 tahun Kabupaten Bojonegoro.

Seperti reuni se Jawa Timur , peserta dari Mojokerto, Jombang, Surabaya, Gresik, Kediri, Blitar, Lamongan, Sidoarjo, Tuban dll tumplek blek di Bojonegoro. Peserta sepeda pancal yang berkumpul di Bojonegoro mencapai 3.500 peserta dengan tujuan yang sama yaitu menikmati alam Bojonegoro dan memperebutkan hadiah utama Rp 25.000.000,00. Kegiatan ini dibagi menjadi dua yaitu untuk sepeda MTB melalui sebagian jalan offroad, untuk sepeda biasa melalui jalan onroad semua. Mereka dengan semangat menyusuri jalan dari Kota Bojonegoro menuju Dander, Sumberarum dan kembali ke kota Bojonegoro dengan jarak tempuh tiga puluh kilo meter.

Yang unik tiga perserta OCC Tuban yang mengendarai sepeda dengan ketinggian antara dua meter sampai tiga meter yang salah satunya membawa dua anak kecil berdiri di belakang.

Dalam sambutan sebelum pemberangkatan, Bupati Bojonegoro (Suyoto) merencanakan pada tahun 2010 setelah jalan-jalan poros kecamatan bagus tidak menutup kemungkinan diadakan TOUR DE BOJONEGORO dengan hadian kalau bisa mencapai 1 miliar.

Dalam pengundian hadian ini tidak terjadi seperti biasanya, karena hadiah utama diundi mendahului pengundian hadiah kedua. Dan hadiah utama Rp 25.000.000,00 jatuh ke peserta dari Blitar.

RESPONSIBLE RIDING

Pada tanggal 8 September 2008 ada sosialisasi program Responsible Riding di Surabaya untuk dilaksanakan seluruh Jawa Timur sebagai kelanjutan Safety Riding tahun lalu. Maka seluruh Kepolisian Resor (Polres) ikut menyukseskan Responsible Riding termasuk Bojonegoro. Yang beberapa waktu lalu Polres Bojonegoro telah melakukan sosialisasi tersebut dengan mengadakan pawai yang diikuti beberapa instansi terkait dan komunitas sepeda motor.

Apa itu Responsible Riding ?

Responsible Riding adalah ajakan untuk disiplin di jalan raya, smart saat berkendara, bertanggungjawab, tertib, patuh, menghargai pengguna jalan lain.

Apa syaratnya Responsible Riding ?

Kendaraan dan pengendaranya memenuhi segala persyaratan keselamatan. Antara lain kendaraan lengkap kaca spionnya, lampu depan menyala terang, menggunakan helm standar, pakai jaket yang warnanya menyala (terlihat siang maupun malam)

Memang dengan adanya program Responsible Riding ini ternyata yang berubah bukan hanya pengendara tapi didahului oleh perubahan perilaku petugas Polisi Lalu Lintas yang ternyata sudah disiapkan sebelumnya sehingga ramah, halus, sopan dan berwibawa tapi tidak menakutkan.

Apalagi petugas lalu lintas sekarang ini cara mengatur kendaraan langsung di tengah jalan pada setiap perempatan atau pertigaan, pagi dan sore/malam. Dulu para petugas hanya berdiri di pinggir jalan. Betul betul perubahan yang luar biasa.

Saya menulis ini karena simpati dengan cara petugas yang menganjurkan saya menyalakan lampu dan menggunakan helm standar. Waktu itu tanggal 15-09-2008 jam 07.30 di traffic light perempatan Jl. Untung Suropati Bojonegoro. Karena saya tidak menyalakan lampu dan tidak memakai helm standar, kemudian beliau mendekati saya untuk menyalakan lampu dan memeragakan cara memakai helm yang betul.

Sebenarnya aku males pakai helm standar, aku senang pakai helm biasa (helm gayung kamar mandi, sebutannya). Soalnya praktis dan ditinggal ditempat parkir tidak dilirik orang, aman. Tapi karena petugasnya sopan dan saya malu kalau esok berikutnya ketemu beliau kembali. Biasanya saya memakai helm standar kalau pergi ke luar kota.

Responsible Riding salah satu yang jadi perhatian petugas adalah menyalakan lampu di siang hari. Tapi di malam hari sebaliknya, setiap saya keluar malam pasti ketemu sepeda motor yang tidak menyalakan lampu. Mulai di jalan Panglima Polim, Untung Suropati, Gajah Mada, Diponegoro, Teuku Umar, Panglima Sudirman, seputar alon-alon Bojonegoro dan lain-lain. Untuk itu kami mohon para petugas lalu lintas menertibkan sepeda motor yang tidak menyalakan lampu pada malam hari, ini lebih penting.